Sejarah Singkat SMK Pariwisata Triatma Jaya Tabanan

Berdirinya SMK Pariwisata Triatma Jaya Tabanan berawal dari kebutuhan tenaga kerja terampil, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan yang semakin berkembang di Bali. Menyadari hal itu, pada tahun 2002, Dr. I Ketut Putra Suarthana, MM bersama beberapa tokoh pendidikan di Tabanan berinisiatif mendirikan sekolah kejuruan di bidang pariwisata. Dengan dukungan penuh Yayasan Triatma Surya Jaya, sekolah ini akhirnya resmi berdiri pada 23 Juni 2002 berdasarkan SK Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Nomor 423/Dispendik/2002.

Pada awal berdirinya, SMK Pariwisata Triatma Jaya Tabanan hanya membuka dua jurusan yaitu Akomodasi Perhotelan dan Tata Boga dengan jumlah siswa angkatan pertama sebanyak 39 orang. Meski sederhana, sekolah ini langsung mendapat kepercayaan masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

Hingga tahun pelajaran 2019/2020, SMK Pariwisata Triatma Jaya Tabanan telah meluluskan lebih dari 3.500 siswa yang siap terjun ke dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan. Saat ini, sekolah didukung oleh 68 guru dan 34 staf dengan sarana prasarana yang terus ditingkatkan.

Dengan perjalanan panjang tersebut, SMK Pariwisata Triatma Jaya Tabanan semakin mantap menjadi sekolah kejuruan unggulan di bidang pariwisata, berkomitmen mencetak generasi muda yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan industri pariwisata modern.

Seiring waktu, perkembangan sekolah semakin pesat:

  • 2004–2006 → Terjadi pergantian kepemimpinan kepala sekolah untuk memperkuat manajemen.

  • 2007/2008 → Sekolah pindah ke gedung baru di Jl. By Pass Pesiapan, Kediri, Tabanan dengan fasilitas yang lebih representatif.

  • 2011 → Mengadopsi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas pendidikan.

  • 2017 → Semua program keahlian memperoleh akreditasi A dari BAN-S/M, menegaskan mutu sekolah di mata publik.

  • 2018 → Mulai memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1) dan mengembangkan program Teaching Factory sebagai inovasi pembelajaran berbasis industri.